- Tentang
- Program
- Info Lebih Lanjut
- Kehidupan Kampus
- Layanan Karier
- Pendaftaran
- Berita & Acara
- Alumni
- Anton Mosimann
GAMBARAN UMUM TENTANG THE CIRCLE
Diluncurkan untuk memperingati ulang tahunke-20 Culinary Arts Academy Switzerland, Circle of Excellence menyatukan para koki berpengaruh, pendidik, pemilik restoran, dan pemimpin bisnis yang kepemimpinan, kedermawanan, serta pengaruhnya turut memajukan masa depan budaya kuliner.
Terinspirasi oleh Dekan Kehormatan sekaligus Anggota Pendiri, Chef Anton Mosimann OBE DL, para anggotanya turut membantu membentuk para profesional kuliner masa depan melalui bimbingan, kelas master, program magang, dan berbagai peluang lainnya bagi para mahasiswa.
TUJUAN DARI LINGKARAN INI
The Circle mengambil lambangnya dari pita Möbius—bentuk yang utuh tanpa awal dan tanpa akhir. Lambang ini melambangkan pertukaran yang berkelanjutan antara guru dan murid, tradisi dan inovasi, prestasi dan pengabdian. Layaknya The Circle itu sendiri, lambang ini mencerminkan komitmen seumur hidup terhadap pembelajaran, kepemimpinan, dan masa depan bersama dalam budaya kuliner.
FILOSOFI YANG MENJADI INTI DARI LINGKARAN INI
Anton Mosimann OBE DL, Pendiri
Filosofi Circle diwujudkan dalam bentuk fisik melalui Koleksi Mosimann di Culinary Arts Academy Switzerland di Le Bouveret.
Buku masak bersejarah, daftar hidangan, resep, foto, medali, dan benda-benda pribadi menghubungkan sejarah kuliner dengan para siswa dan profesional, sekaligus menjadi sumber inspirasi untuk masa depan bidang ini.
MENGENAL THE CIRCLE
6 profesional yang dipilih secara cermat, yang bersama-sama menghadirkan gaya kepemimpinan yang unik — mulai dari bidang gastronomi dan pendidikan hingga keberlanjutan, pelestarian budaya, filantropi, dan inovasi industri.
Dekan Kehormatan Akademi Seni Kuliner
Anton Mosimann OBE adalah seorang koki Swiss berbintang Michelin yang terkenal di seluruh dunia, yang dipuji atasmasakan "cuisine naturelle"revolusionernyadandisukai oleh para bangsawan, pejabat tinggi, serta selebriti. Pada usia 28 tahun, ia menjadi orang termuda yang pernah menjabat sebagai maître chef des cuisines di Hotel Dorchester, London, dan sejak itu terus melampaui ekspektasi serta menempuh jalannya sendiri, dengan mendirikan klub makan pribadi dan perusahaan katering miliknya sendiri. Pada tahun 2004, ia dianugerahi Most Excellent Order of the British Empire atas jasanya di industri pariwisata dan kuliner, dan pada tahun 2021, ia ditunjuk sebagai dekan kehormatan di Culinary Arts Academy.
Dekan
Chef Alain Müller bergabung dengan César Ritz Colleges pada tahun 1994, setelah meniti karier di bidang kuliner di Kanada dan Swiss. Sebagai salah satu tokoh pendiri di balik berdirinya Culinary Arts Academy Switzerland, ia telah memainkan peran penting dalam perkembangan dan kesuksesan lembaga tersebut. Kini, sebagai Dekan Akademi, ia terus mengedepankan pendidikan yang memadukan keunggulan kuliner dengan kecerdasan bisnis, guna mempersiapkan para mahasiswa agar menjadi wirausahawan kuliner dan pemimpin industri di masa depan.
Anggota Kehormatan
Sebagai seorang koki peraih penghargaan Michelin dan Green Star, serta melalui karya visionernya di Haoma Bangkok (Thailand), kontribusinya terhadap dunia gastronomi telah menetapkan tolok ukur yang menginspirasi dalam hal keahlian kuliner, inovasi, dan keberlanjutan — suatu tolok ukur yang terus menjadi acuan bagi para profesional di bidang ini. Demikian pula, filosofi pribadi dan kepemimpinannya, baik di dalam dapur maupun di luarnya, mewujudkan nilai-nilai kreativitas, tanggung jawab, dan keunggulan.
Anggota Kehormatan
Sebagai Pendiri dan Ketua ZADK — lembaga seni kuliner nirlaba pertama di Arab Saudi — kepemimpinan visioner dan dedikasi filantropisnya telah menciptakan wadah yang luar biasa untuk pemberdayaan kaum muda, pendidikan kuliner, dan pelestarian budaya. Melalui komitmennya terhadap keberlanjutan, memasak tanpa limbah, dan pengagungan warisan kuliner Kerajaan yang kaya, ia telah membangun model gastronomi yang didorong oleh tujuan dan menginspirasi, yang gaungnya terasa jauh melampaui dunia kuliner.
Demikian pula, nilai-nilai pribadi dan kepemimpinannya mencerminkan cita-cita inovasi, tanggung jawab, dan dampak sosial yang menjadi komitmen mendalam Culinary Arts Academy
Anggota Kehormatan
Sebagai seorang koki peraih dua bintang Michelin dan Green Star (restoran Gilles Varone, Saviese, Swiss), kontribusinya terhadap dunia gastronomi telah menetapkan tolok ukur yang menginspirasi dalam hal keahlian kuliner, inovasi, dan keberlanjutan — sebuah standar yang terus menjadi acuan bagi profesi ini. Penghargaan yang diraihnya sebagai Best Young Chef dari Craft Guild of Chefs di Royal Garden, London, serta sebagai penerima Michelin Guide Young Chef Award 2024, semakin mencerminkan bakat luar biasa, dedikasi, dan visi yang membedakan kariernya.
Anggota Kehormatan
Sebagai seorang koki Denmark yang berpengalaman dan profesional di bidang kuliner korporat, Poul Gorell saat ini menjabat sebagai Manajer Kuliner Regional untuk Eropa di Nestlé Professional, di mana ia mengkhususkan diri dalam pengembangan bisnis, inovasi produk, dan teknologi kuliner di seluruh pasar Eropa. Berkomitmen untuk memajukan seni kuliner, Gorell menjabat sebagai anggota dewan di Akademiet Bocuse d'Or Danmark, mengelola hubungan strategis dengan para sponsor. Kariernya yang beragam mencakup berbagai peran di perusahaan teknologi pangan OSCAR A/S, Novo Nordisk Hvidøre, dan restoran-restoran ternama di Denmark seperti Le Sommelier. Ia juga merupakan pendukung setia inisiatif komunitas, yang menginspirasi kebiasaan makan sehat pada anak-anak melalui International Chefs Day.
APA YANG MENYATUKAN KITA
Empat prinsip tersebut membentuk cara para Anggota berkontribusi bagi profesi, Akademi, dan generasi mendatang.
Mengakui kuliner sebagai wujud dari identitas, kenangan, tempat, dan ikatan antarmanusia.
Berbagi pengetahuan, pengalaman, dan peluang agar orang lain dapat terus maju melampaui batas diri masing-masing.
Berupaya mencapai standar tertinggi sekaligus membantu orang lain mengembangkan potensi mereka sendiri.
Menunjukkan keunggulan dengan penuh perhatian, kesederhanaan, integritas, serta rasa hormat terhadap seni kuliner dan sajian di meja makan.