Magang Sal yang Tak Terlupakan di Nobu, Doha, Selama Piala Dunia

Magang Sal yang Tak Terlupakan di Nobu, Doha, Selama Piala Dunia

NamaSalman

ProgramBachelor of Arts Seni Kuliner

NegaraQatar

Mahasiswa di Culinary Arts Academy Switzerland

Sal, bagaimana pengalaman magang kedua kamu di Nobu di Doha?

Itu adalah magang yang luar biasa. Saya terus belajar dan selalu dievaluasi dengan cara yang sangat membantu saya berkembang. Selama Piala Dunia, kami melayani lebih dari 600 orang setiap hari; situasinya memang gila, tapi selalu menyenangkan dan menjadi pengalaman yang luar biasa. Setelah Piala Dunia, kesibukannya berkurang, dan saya merindukan ritme serta kecepatannya. Benar-benar luar biasa bisa menangani jumlah tamu sebanyak itu, dan saya bangga pada diri sendiri karena berhasil melakukannya dengan sangat baik.

Apa yang kamu pelajari?

Saya mempelajari berbagai teknik yang telah mempermudah pekerjaan saya sebagai koki. Perhatian terhadap detail-detail kecil di Nobu sungguh revolusioner; hal itu memperkenalkan saya pada konsep-konsep yang sebelumnya belum pernah saya dengar. Saya menemukan banyak teknik yang tidak mungkin saya pelajari tanpa pengalaman langsung ini. Mempelajari dasar-dasar di sekolah memberi saya landasan untuk berkembang menjadi koki yang lebih terampil selama magang. Saya menikmati kesempatan untuk memulai dari bawah, menunjukkan kemampuan saya melalui kerja keras dan dedikasi. Imbalan di akhir masa magang itu sungguh memuaskan.

Apa yang mendorong dan memotivasi Anda? Apakah Anda punya impian?

Motivasi utama saya selalu adalah membuat orang lain bahagia, dan saya telah menemukan cara untuk mewujudkannya melalui kuliner. Saya sangat bangga dengan budaya saya dan bercita-cita untuk memberikan kontribusi dengan meraih bintang Michelin pertama bagi Qatar. Meskipun banyak restoran berbintang Michelin dari Eropa telah dibuka di Qatar, meraih pengakuan bergengsi tersebut di negara saya sendiri adalah impian saya.

Bagaimana Anda mengetahui tentang Akademi Seni Kuliner, dan bagaimana sekolah ini membantu Anda mencapai tujuan Anda?

Saya mengetahui tentang Akademi Seni Kuliner melalui kakak perempuan saya, yang pernah menempuh pendidikan di Swiss Hotel Management School SHMS) yang terkenal. Pujiannya yang tinggi terhadap Program Seni Kuliner Swiss Education Group (SEG) mendorong saya untuk mendaftar, dan saya bersyukur atas keputusan tersebut. Akademi ini tidak hanya membekali saya dengan pengetahuan dapur dan kuliner, tetapi juga membantu saya mengeksplorasi jati diri saya sendiri serta merangkul berbagai budaya. Dengan mengikuti kurikulum secara penuh, saya memperoleh banyak wawasan berharga. Keramahan dan rasa hormat, dua nilai penting dalam budaya saya, telah ditanamkan dalam diri saya. Selain itu, akademi ini telah menghubungkan saya dengan jaringan individu yang beragam, dari mana saya terus belajar dan berkembang. Pendidikan ini melampaui aspek akademis, karena mengajarkan kita untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Saya menganggapnya sebagai anugerah berharga untuk hidup dan bekerja bersama budaya yang berbeda, dan saya sangat yakin bahwa menghormati orang lain adalah bahasa universal yang mendorong kemajuan baik bagi para profesional muda maupun individu.

Saran untuk calon mahasiswa:

Saran saya untuk para calon mahasiswa adalah agar kalian menjalani perjalanan kuliner kalian dengan pikiran yang terbuka. Beradaptasi dengan industri dan program-program ini membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi hasilnya tak ternilai harganya. Terimalah tantangan-tantangan tersebut, rawatlah semangat kalian, dan saksikanlah bagaimana impian kuliner kalian terwujud dengan cara yang tak pernah kalian bayangkan.

Magang di Nobu Qatar

kenali kami

Ngobrol dengan duta mahasiswa